Kamis, 27 November 2014

Gabriel Marcell Tentang Cinta, Pada Suatu Senja

Gabriel Marcell, pada suatu senja mengajarkan cinta kepada mahasiswa-mahasiswanya di sebuah taman, berkatalah dia:

“Kita adalah kebersamaan, yakni kehadiran aku dan kau dalam bentuk yang paling sempurna. Dan pemutusan hubungan cinta sama sekali adalah pembunuhan diri karena setiap orang diciptakan untuk mencintai orang lain. 
Mencintai tak sebatas ruang dan waktu. Cinta melampaui itu semua. Ketika kau menghayati adanya cinta, maka kau tak akan mati. Sebab, Cinta itu abadi dan mengabadikan. Amor omnia vincet ... cinta mengalahkan segalanya ...”
Share:

Rabu, 26 November 2014

Kebebasan: Dulu dan Sekarang

Dulu, kebebasan berpendapat dibungkam karena karakteristik pelaku kekuasaan.

Sekarang, kebebasan berpendapat dibungkam oleh sistem kekuasaan, melalui undang-undang, dan regulasi-regulasi—yang secara tidak langsung mengebiri kesejatian dari sebuah kebebasan.
Share:

Kritik Slavoj Žižek Terhadap Demokrasi Liberal

Demokrasi liberal itu seperti orang yang memencet tombol tutup pintu pada lift. Tidak ada gunanya. Pintu lift tidak akan menutup lebih cepat. Inilah yang disebut sebagai ilusi tentang kontrol.

"Tampaknya kita mengontrol sesuatu (pintu tertutup lebih cepat), padahal tidak. Dengan memilih di dalam pemilu, orang mendapat kesan, bahwa mereka mengontrol sesuatu, padahal tidak. Kontrol pada pemerintah adalah ilusi!"
Share:

Teori Mencintai Orang Lain Menurut Slavoj Žižek

Tentang mencintai orang lain, Slavoj Žižek berkata:

"Mencintai orang lain berarti mencintai tidak hanya sisi-sisi baiknya, tetapi juga sisi-sisi traumatis yang tak terduga, yang terkandung di dalam dirinya. Mencintai yang terduga berarti tidak mencintai sama sekali, karena kita sudah menebak, dan mengkalkulasi dirinya. Mencintai baru bisa dianggap sungguh mencintai, ketika kita mencintai orang-orang yang tak terduga, yang tak dapat kita terka, yang tak dapat kita bungkus dalam kesempitan konsep pikiran maupun keinginan kita."
Share:

Kredo Tentang Manusia

Yang terpenting bagi manusia adalah kebutuhannya terpenuhi. Selebihnya keinginan dan angan-angan tentang kepuasan diri bisa terwujudkan. Pokoknya apa yang diinginkan—harus didapatkan. 

Itulah kehidupan jika mau dijujuri oleh manusia.
Share:

Selasa, 25 November 2014

Indonesia Negara Kaya Tapi Miskin

Meskipun kaya akan sumberdaya alam dan dikaruniai tanah yang subur, Indonesia terjebak ke dalam situasi yang disebut oleh Terry Lynn Karl sebagai paradoks keberlimpahan (the paradox of plenty): negara kaya, tapi miskin. Maksudnya kaya sumber daya alam tetapi manusianya miskin-miskin. Di sisi lain kesenjangan orang kaya dengan orang miskin terbentang sangat lebar. 

Jangan heran ... itulah kita.
Share:

Kemerdekaan Manusia


Kemanusiaan lebih tinggi dari apapun. 

Jika kualitas kemerdekaan suatu negara tak berbanding lurus dengan kualitas kemerdekaan manusianya--yakni warga-negaranya--maka negara lebih pantas untuk ditiadakan!
Share:

Pejabat Negara

Makian dan hujatan itu temannya pejabat negara. Jadi, kalau kau dimaki dan dihujat, jangan marah. Itu tandanya kau adalah pejabat negara. 

Tapi, apakah tujuan hidup adalah untuk menjadi pejabat negara?
Share:

Senin, 24 November 2014

Deleuze: Filsafat, Ilmu Pengetahuan, dan Seni

Menurut Deleuze: filsafat, ilmu pengetahuan, dan seni sama-sama, dan pada dasarnya, kreatif dan praktis.

Oleh karena itu, daripada bertanya pertanyaan tradisional identitas seperti "apakah benar?" atau "apa itu?" Deleuze mengusulkan bahwa pertanyaan harus fungsional atau praktis: "apa fungsinya?" atau "bagaimana cara kerjanya?"
Share:

Kamis, 20 November 2014

Manusia Mabuk Demokrasi

Manusia—yang mengutuk masa lalu karena praktik otoritarianisme-nya—tidak menyadari bahwa demokrasi yang dikampanyekan barat sesungguhnya—lebih mengebiri kemanusiaan secara masif dan intensif. Dan itu jauh lebih berbahaya dari pemerintahan otoritarianisme manapun. Memang kekerasan fisik di era demokrasi tidak terlalu menonjol, namun kerusakan mental dan pikiran jauh lebih berbahaya terjadi di era tersebut.

Demokrasi pada paradoksnya justru seperti totalitarianisme, hanya saja bukan tubuh kita yang dibungkam tetapi pikiran kitalah yang dikendalikan.
Share:

Polisi Moral

Manusia yang merasa paling suci adalah mereka yang menjadi polisi moral dengan sibuk menghakimi—hingga membenci orang lain. Bahkan cara berpenampilan, berpakaian, dan urusan seks personal pun dipersoalkan oleh mereka.
Share:

Manusia Teorisme

Manusia yang melulu berkutat pada alam teori meski kenyataan selalu berkata lain dari apa yang ada dalam teori adalah manusia yang dalam hidupnya tidak menginjakkan kaki ke bumi. Manusia seperti itu tinggalnya di menara gading. Membuat teori tentang bumi tetapi tidak hidup di bumi.

Saya menyebut manusia seperti ini sebagai manusia teorisme. Terlalu gila pada teori sampai lupa fakta di lapangan.
Share:

Sebelum Memberantas Tindak Kriminal

Cara efektif memberantas kriminalitas dimulai dengan melaparkan aparatur pemerintahan—termasuk presiden—selama berhari-hari.

Dengan lapar, mereka akan lebih paham dan mengerti alasan tentang mengapa sampai tindak kriminal itu terjadi. Memang kelaparan bukanlah faktor satu-satunya yang melahirkan praktik kriminalitas, tapi dengan kelaparan, orang mudah hilang kewarasan dan bisa berbuat apa saja, bahkan menghilangkan nyawa orang lain.
Share:

Buanglah Negara Pada Tempatnya

Negara adalah sampah jika ia didiskusikan dalam keadaan lapar. Dan karena berhubung di Indonesia lebih banyak orang yang lapar ketimbang kenyang--maka negara, baik sebagai teori maupun praktik, belum pantas didiskusikan. Karena negara sebagaimana sampah, tak ada nilainya, tak ada gunanya; tak mampu mengenyangkan perut yang lapar. Negara lebih pantas dibuang pada tempatnya: tong sampah!
Share:

Orang Lapar Tak Butuh Negara

Diskusi ketat tentang negara adalah pekerjaannya orang yang sudah kenyang. Sedang bagi orang-orang lapar, negara yang paling utama adalah makan. Tanpa makan, tak ada negara!
Share:

Senin, 17 November 2014

Plato Tentang Demokrasi

Demokrasi hanya menghasilkan orang-orang yang di bawah standar, yang hanya mampu berdebat, berpenampilan bagus, dan pandai mempengaruhi tetapi tidak pernah tahu dan berusaha mencari kebenaran.
Share:

Penilaian Remy Sylado Tentang Indonesia

Orang Indonesia, alah, sudahlah, sudah dikenal luas di dunia sebagai bangsa paling aneh bin ajaib, konon berTuhan melalui hafalan sampai bibir lecet tentang Pancasila-nya, tapi juga paling hipokrit, paling korup, dan ini semua terjadi di saat seseorang menjadi pejabat negara, menjadi birokrat, menjadi jaksa, menjadi hakim, menjadi bupati, menjadi gubernur, menjadi menteri, dan seterusnya. Pejabat negara yang sudah berhaji berkali-kali tapi kelakuannya tidak berubah. Sewaktu ditanya, dia bilang: berhaji itu tugas agama, korupsi itu tugas negara.
Share:

Perbedaan Orde Baru dengan Reformasi

Perbedaan Orde Baru dengan Reformasi:

Orde Baru membungkam kebebasan berpendapat, sedang Reformasi membebaskan kebebasan berpendapat selama pendapat itu sesuai dengan pendapat-pendapat yang dibuat Rezim. Reformasi dengan semangat demokrasi itu seperti kata Sujiwo Tejo, "Siapa boleh apa, si anu boleh anu, asal sesuai dengan apa yang sudah dianu."
Share:

Kamis, 13 November 2014

Hegel dan Marx Tentang Teori Negara

Hegel berkata: "Negara adalah penjelmaan dari ide-ide luhur yang absolut."

Marx membantah: "Negara adalah sebuah organisasi besar yang di dalamnya terjadi penindasan oleh suatu klas terhadap klas lain yang lain."

Sebenarnya tidak ada yang benar dan salah tentang perdebatan Teori Negara antara Hegel dan Marx. Hegel mendefinisikan negara dari segi idealitas dan teoretis. Sedang Marx memaknai sebuah negara berdasarkan praksis-nya; berdasarkan apa yang terjadi pada kenyataannya.

So ... tidak ada yang salah. Yang keliru adalah dari mana kita melihat negara.
Share:

Hebatnya Kapitalisme di Indonesia

Hebatnya Kapitalisme di seluruh dunia, khususnya di Indonesia:
  • Menjadi kelas penguasa namun tidak dilawan 
  • Menjadi penindas tapi didiamkan 
  • Memberlakukan aturan yang tidak manusiawi namun tidak ditentang 

Share:

Selasa, 11 November 2014

Kebenaran Tentang Orang Gila

Orang gila adalah sebuah karakter yang mengekspresikan kebenaran dengan tubuhnya, sementara aktor dan aktris lain serta penonton tidak menyadari bahwa dari karakter orang gila itulah kebenaran muncul.

Di dalam diri orang gila sekalipun ada kebenaran, cuma bentuk dan cara pewartaannya kepada dunia yang berbeda dan sulit diterima oleh orang “waras” pada umumnya.
Share:

Cara Mendapatkan Pandangan Baru Dalam Kehidupan

Cara mendapatkan pandangan baru dalam kehidupan adalah menjadi gila. Sebab, dengan menjadi gila, pandanganmu tentang dunia akan berubah.

Ya, dalam perubahan ada kegilaan, dan dalam kegilaan ada perubahan. Untuk hal itu, bisa kau tanyakan pada Nietzsche, Baudelaire, atau Foucault.
Share:

Bayangkanlah Dunia Menjadi Terbalik

Jika kau suka memelajari sesuatu yang berhubungan dengan benar dan salah; sempatkanlah waktu sejenak untuk membayangkan dunia menjadi terbalik: melajang di atas usia tujuh belas adalah melanggar hukum; perilaku seks bebas diwajibkan; diskotik adalah tempat ibadah; dan masjid, gereja, pura, dan vihara adalah tempat praktik perjudian, mabuk-mabukan, pesta-pora dll, dsb, dst ...

Bayangkanlah ....
Share:

Jangan Membatasi Keterbatasan

Manusia, bumi, dan alam semesta beserta isi-isinya adalah terbatas. Semuanya tunduk pada hukum keterbatasan. Maka jika kita sudah menyadari hal tersebut, jangan lagi keterbatasan itu (semakin) dibatas-batasi, sebab yang terjadi nantinya adalah bahwa keterbatasan itu akan semakin terbatas.

Keterbatasan sudah terbatas sehingga jangan lagi dibatasi. Bebaslah dalam keterbatasn. Tidak terbataslah di dalam keterbatasan.

Paham?
Share:

Gumam dan Perubahan

Gumam akan terus mengencingi dunia kotor ala segita sama sisi yang menertawakan tindas rakyat yang tertidur bersama bangkai kemanusiaan. Dan kenistaan pidana senantiasa menyulap banyak budak--sehingga pemberontakkan wajib dilakukan oleh segelintir manusia yang tercerahkan.

Mau tidak mau, selama kecenderungan hati untuk yang teraniaya--maka kamus perubahan akan selalu menjadi hijau untuk dikibarkan.
Share:

Mandela Tentang Negara

"Dikatakan bahwa seorang belum benar-benar mengenal suatu negara sebelum ia pernah berada dalam penjara di negeri itu. Suatu negara jangan dinilai dari cara memperlakukan warga negaranya yang paling tinggi, tetapi bagaimana negara itu memperlakukan warganya yang paling rendah."
Share:

Senin, 10 November 2014

Sejarah Bukan Segalanya

Sejarah itu penting, tapi ia bukan segalanya. Tentang hal itu, Albert Camus pernah berkata:

"Aku berdiri setengah berjarak dengan kemelaratan dan matahari. Kemelaratan mencegahku untuk percaya bahwa semuanya baik di bawah matahari dan di dalam sejarah; matahari mengajariku bahwa sejarah bukan segalanya."
Share:

Jumat, 07 November 2014

Jawab Kemal Attaturk Atas Pemisahan Agama dan Negara

Saat diinterview, kenapa Kemal Attaturk memisahkan agama dari negara, ia menjawab:

“Saya merdekakan Islam dari ikatannya negara, agar agama Islam bukan tinggal agama yang memutarkan tasbih di dalam mesjid sa­ja, tetapi Islam menjadi satu gerakan yang membawa kepada per­juangan kemerdekaan.”
Share: