Sabtu, 20 Desember 2014

Atas Nama Demokrasi

Di zaman cybernetics, yang virtual lebih nyata daripada yang benar-benar nyata. Opini dan informasi dipoles menjadi fakta dan kebenaran, sedang kebenaran malah menjadi lelucon dan bahan olok-olokan. Semua terjadi atas nama demokrasi dan globalisasi.
Share: