Kamis, 11 Desember 2014

Derrida: Tidak Ada Makna Harfiah, yang Ada Adalah Makna Metaforis

Makna metaforis biasanya dipertentangkan dengan makna harfiah atau makna leksikal. Makna metaforis dikaitkan dengan bahasa yang “tidak ilmiah”. Makna metaforis biasanya dikaitkan dengan bentuk tulisan dalam karya sastra, sedang makna harfiah mengandaikan adanya kebenaran sebagai suatu korespondensi antara suatu pernyataan (proposisi) dengan entitas ideal. Derrida menolak itu, menurutnya, apa yang selama ini disebut makna harfiah pun harus disebut sebagai makna metaforis.
“Semua bahasa itu bersifat metaforis, bekerja atas dasar gambar-gambar dan khiasan. Kelirulah kita jika selama ini menganggap bahwa ada bahasa yang bersifat harfiah, karena bahsa itu bersifat metaforis. Karya-karya sastra tertentu lebih terpercaya daripada bentuk-bentuk wacana ‘ilmiah’, karena karya-karya itu secara implisit mengakui kedudukan retorisnya sendiri. Bentuk-bentuk tulisan lainnya juga bersifat khiasan dan ambigu, tetapi dapat mengatasi dirinya sendiri sehingga dapat mempertanyakan kebenaran yang tidak diragukan.”
Share: