Minggu, 07 Agustus 2016

Bangun tapi Mati

Kalau dalam sehari, dari bangun sampai tidur lagi manusia tak menambah suatu penyegaran jasmani atau rohani pada dirinya, maka bangunnya tadi (yang seharian itu) adalah bangun mati. Maksudnya ia bangun secara jasad, tapi mati secara jiwa.
Share:

Rabu, 03 Agustus 2016

Pemecah-belah Peradaban

Orang-orang yang terburu-buru memutlakan sesuatu, memfinalkan sesuatu, dan mengklaim kebenaran dalam ranah kehidupan itu cuma satu, sesungguhnya merekalah bagian dari pemecah-belah kerukunan kehidupan kolektif sebuah peradaban yang pernah dibangun oleh leluhur pada zaman dahulu kala.
Share:

Dampak Buruk Menganggur

Bekerja, pada umumnya, memang melelahkan. Namun menjadi pengangguran justru lebih menggelisahkan. Membiarkan otak menjadi kosong dan kemudian mengisinya dengan bayangan-bayangan yang fana dan tak menggugah keadaan. Malah cenderung mendorongmu melakukan tindakan destruktif dan sia-sia.

Betul-betul cilaka!
Share:

Surga Pada Tawa

Surga tak perlu dikejar-kejar, diburu-buru--apalagi sampai menagihnya dengan kalkulasi matematis pada Tuhanmu saat berdoa. (Bukan rentenir, 'kan?) 

Cukup kau bisa tertawa, keluargamu tertawa, lingkunganmu tertawa, dan duniamu tertawa, maka kau sudah surga.

Tak percaya? Saya tak sedang memaksamu untuk memercayaiku!
Share:

Mempermainkan Negara

Pada dasarnya (de facto) kita sudah tak percaya terhadap apa yang disebut negara. Namun kita kurang menyadarinya. Kita lebih memilih mempermainkannya dengan perayaan kecil lewat satu-dua kasus yang menunjukan kobobrokan perilaku lembaga-lembaganya.
Share:

Ketaksadaran Manusia Amatiran

Manusia-manusia amatiran ialah mereka yang mengutuk sana-sini tentang kehidupan. Memaksakan dunia menjadi seperti apa yang mereka maui tanpa sadar bahwa yang hidup di dunia ini bukan dirinya sendiri.
Share:

Motivasi Dasar Sebuah Perubahan

Kita tidak menampik perubahan yang lahir dari motivasi sosial atau global. Tapi kita mesti mengakui bahwa tak sedikit perubahan besar justru lahir dari motivasi pribadi dan berawal dari hal-hal yang remeh temeh--sekadar iseng-iseng.
Share: