Minggu, 12 Maret 2017

Ambiguitas "Rakyat Mandiri"

Kadang saya berpikir, sukses dan gagalnya suatu negara bukan ditentukan oleh keuletan negara dalam memajukan rakyatnya, tetapi berdasarkan sikap rakyat terhadap negaranya sendiri.

Bahwa mungkin dengan semakin rakyat menjadi mandiri dan tidak menggantungkan nasib hidupnya pada negara maka semakin sukseslah negara itu. Tapi bila dengan adanya negara "rakyat justru menjadi mandiri dan tidak menggantungkan nasib hidupnya pada negara" maka untuk apa negara diadakan? Saya pikir itu justru menyalahi tujuan dasar dibuatnya negara. Saya pikir, negara justru malah beralih fungsi menjadi sebuah lembaga pembangun tatanan anarkisme, yaitu menjadikan rakyat mandiri, merdeka, dan bebas menentukan nasib hidupnya sendiri-sendiri. 
Share: