Jumat, 03 Maret 2017

Haji Selfie

Di Mekah dan Madinah, frekuensi selfie lebih tinggi daripada haji. Ruang komunikasi manusia dengan Tuhan dipangkas oleh "bagikan". 

Alih-alih berhaji, mereka justru jadi manusia mubazir. Ibadah bukan lagi sebagai kebutuhan ruhani tetapi sebagai pemuas gengsi dan kelas diri. Rasa-rasanya momen peribadatannya tak sempurna kalau tak diabadikan dan dibagikan ke khalayak ramai. Padahal publik sebenarnya tidak perlu-perlu amat dengan aktivitas mereka.

Sehingga yang ada: narsisme dibungkus dalam bentuk religius. Sekaligus penyakit jiwa narsisnya dispiritualisasi sebagai rukun tertinggi, yang paling ilahi. Ibadah sebagai perjalanan sunyi berubah menjadi fenomena haha-hihi.
Share: