Rabu, 29 Maret 2017

Materialisasi Surga

Yang beragama atas dasar reward-punishment (surga-neraka) itu sebenarnya cara berpikirnya materialistik juga. Kesannya saja yang ukhrawi, tapi dalam pembayangannya ya materi juga.

Jadi pada dasarnya, baik orang yang taat beragama maupun yang tidak, landasan berpikirnya adalah materialisme; bedanya orang yang taat beragama-atas-dasar-surga-dan-neraka adalah materialismenya (sudah) diruhanikan menjadi sesuatu yang agung dan ilahiah. Tapi intinya tetap saja, dalam pikirannya, surga digambarkan dalam bentuk-bentuk yang duniawi (materialistik) semisal berupa istana-istana dari emas dan perak, bidadari-bidadari, buah-buahan, sungai-sungai, taman-taman indah, pepohonan rimbun nan permai, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang rujukan pembayangannya bersifat materialistik juga.
Share: