Rabu, 14 Juni 2017

Ambiguitas Isme-Isme Kesetaraan

Kalau semua manusia memang setara, kita yang meyakininya tinggal mempraktikkannya secara positif dan intensif. Tak perlu meng-counter kemapanan rezim patriarki atau feodalisme dengan pelbagai timbunan teori dan isme-isme yang justru malah menimbulkan resistensi dari kaum pendukung patriarki atau feodalisme atau apalah—tergantung kasus yang dihadapi di lapangan.

Meng-isme-kan diri, dalam banyak hal, justru melanggengkan perbedaan, dan akhirnya menampilkan ambiguitas yang ada pada dirinya, yaitu dengan menjadikan ketidaksetaraan itu terus berlangsung langgeng dan lestari.

Bagaimana mungkin kita memperjuangkan kesetaraan dengan cara-cara tidak setara—bahkan cenderung menonjolkan ego ismenya sendiri?
Share: