Selasa, 18 Juli 2017

Barisan Nisan Keyakinan

Masih yakin terhadap negara? Ah, terhadap keyakinan saja kita sudah tak yakin, apalagi terhadap negara?

Sudahlah. Kalau kita punya niat baik terhadap bangsa, negara, manusia, umat, masa depan, dan lain-lain, lebih baik langsung saja niat itu diwujudkan dalam bentuk (praksis) nyata dengan cara berbuat baik kepada sesama, berlaku adil kepada keluarga, bersikap pengasih dan penyayang, menjalankan program-program yang bisa memakmurkan desa masing-masing, dan sebagainya, dan seterusnya, dengan tekun melakukan hal-hal baik nun penuh cinta tanpa menunggu “negara turun tangan”.

Toh, kalau energi-energi baik dari dalam diri kita sudah kita curahkan, dampak-dampaknya akan terasa dan terlihat juga, entah cepat atau lambat, hukum sebab-akibat itu pasti bekerja. Intinya, semakin besar energi positif yang kita jalarkan, semakin besar perubahan yang akan terwujudkan. (Yakinlah pada law of attraction! Hehehe...) Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Maka yang kita bisa perjuangankan adalah memperbesar kemungkinan pada ruang ketidakmungkinan agar setiap orang tak menemukan lagi satu pun sudut kemungkinan untuk berkata tidak mungkin. Tapi kemungkinan apa? Ya kemungkinan-kemungkinan kudus dan cita-cita suci yang ada dalam diri kita-lah. Yang penting ingat. Tetap yakin dan terus yakin. 

Tapi, apa kita masih yakin pada keyakinan?
Share: