Selasa, 18 Juli 2017

Negara dalam Zaman Posmodern

Secara nilai, negara dalam zaman posmodern ini tak lebih dari sekadar perusahaan penyedia barang dan jasa yang visi utamanya adalah menimbun laba. Selain itu, ia cuma menjadi panggung hiburan malam yang memfasilitasi setiap orang untuk bertransaksi tanda dan kuasa, sisanya adalah pameran citra dan gaya—yang menjurus pada rasa (setiap orang) untuk diakui dan dihormati.

Secara esensi, negara tetap memberlakukan hukum rimba, namun bukan dengan cara adu kekuatan secara fisik melainkan dengan mengadu orang untuk merasa paling superior sendiri. Alih-alih dipertemukan lewat media sosial dan jagad maya, orang-orang justru menjadi lebih-diri-sendiri; individualistik, narsistik, dan lebih jauh lagi: psikopatik!
Share: