Jumat, 25 Agustus 2017

Cinta Tak Bisa Direncanakan

Menikah itu tidak ada teorinya, maka itu, takkan kau dapati di universitas atau sekolah tinggi manapun. Menikah itu praktik langsung di atas kenyataan. Sedangkan mencintai bukanlah tentang teori atau praktik. Mencintai itu tanpa kata-kata dan tak perlu banyak gaya. Ia soal kemisteriusan rasa. Rassaaa!

Selain itu, menikah dan mencintai tak selamanya harus berbarengan-beriringan. Orang yang menikah belum tentu saling cinta. Dan orang yang saling mencintai pun tak semuanya (bisa) menikah. Mengutip kalimat “franchise” Sujiwo Tejo: “Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa.”




Share: