Selasa, 29 Agustus 2017

Semua Karena Cinta, bukan Negara

Cinta itu lebih konkret daripada negara. Buktinya, engkau setiap hari bekerja bukan demi bangsa dan negara tetapi demi dirimu sendiri dan orang yang engkau cinta.

Contoh lainnya, tidur itu kemewahan, tapi kenapa sering tak kita turuti dan lebih memilih bangun untuk melakukan sesuatu yang kadang justru malah tidak menyenangkan sama sekali dibanding tidur? Jawabannya karena ada harapan, ada cinta, ada kehendak perubahan yang sangkil pada diri sendiri, keluarga, dan orang-orang tercinta.

Kalaupun engkau bekerja di institusi negara atau pemerintahan, itu tak sungguh-sungguh untuk bangsa dan negara melainkan untuk kemapanan diri dan jaminan masa depan anak-cucumu kelak, bukan?

Maka, terpaksa kita harus akui bahwa semua itu terjadi atas dasar cinta, bukan negara, bukan karena motivasi yang muluk-muluk dan belibet tentang rakyat, negara, nusa, bangsa, dan blablabla lainnya. Semua itu karena cinta. Cinta!
Share: