Jumat, 29 September 2017

Bunga Tidur Anarkisme

Sejujurnya, manusia itu tidak menyukai peraturan, apalagi diatur-atur. Maka ketimbang bernegara, anarkisme justru sesungguhnya lebih dekat dengan fitrah manusia.

Anarkisme bukanlah barbarisme atau vandalisme. Sebab kesetaraan dan jaminan kesejahteraan setiap orang adalah bagian dari tujuan anarkisme. Seperti kata Alexander Berkman, di dalam anarkisme tidak ada siapa yang memperbudak siapa. Setiap orang harus hidup layak dan merdeka.

Anarkisme bukanlah seperti yang didefinisikan media massa kebanyakan saat ini. Itu keliru. Rabi-rabi anarki tidak menganjurkan yang demikian. Anarkisme itu kemerdekaan secara kaffah. Kalau kata Bakunin, anarkisme berarti kemerdekaan mereka adalah kemerdekaanku.

Tapi memaksakan anarkisme adalah sesuatu yang sukar dan hampir tak masuk akal saat ini. Sebab—mengutip Emma Goldman—"institusi negara adalah kekuatan yang telah beratus-ratus tahun memperbudak massa melalui penguasaan psikologi massa."

Kita sudah kadung terbelenggu oleh ilusi negara. Membayangkan hidup tanpa negara seperti membayangkan kiamat tiba. Padahal, esensinya negara itu sudah tidak ada. Negara yang kita sebut negara saat ini, de facto, tak lebih dari sekadar perusahaan.

Jadi, lebih baik tidur saja dan biarkan anarkisme tumbuh menjadi bunganya. Kalau terlalu serius juga bisa bahaya; bisa stres, bahkan stroke. Ya, anarkisme itu penting, tapi kalau diperjuangkan dalam keadaan sakit ... ya gak lucu juga.
Share: