Jumat, 27 Oktober 2017

Epicurus dan Konsep Keadilan Universal

Epicurus pernah berkata: "Keadilan tidak pernah ada di dalam dirinya sendiri, namun di dalam urusan manusia dengan yang lainnya di semua ruang dan waktu." Keadilan, dalam perspektif Epicurus, bukan sekadar soal pemerintah dengan rakyat atau manusia dengan manusia, tapi lebih luas: manusia dengan seisi alam raya.

Atas dasar itu kita bisa menyimpulkan bahwa manusia harus berdamai dan bersikap adil pada sesama manusia, hewan, tumbuhan, lingkungan, dan seluruh komponen kehidupan. Sebab kita semua saling berhubungan dan saling berkaitan. Ada ikatan yang, kata Epicurus, membuat kita "tidak melukai dan tidak dilukai."

Itulah hukum dasar kehidupan. Kalau kita mau hidup harmonis dan toto tentrem kerto raharjo kadyo siniram wayu sewindu lawase. Karena menurut Epicurus, "Hukum yang tidak mendorong kebaikan dalam urusan manusia dengan yang lainnya bukanlah hukum yang memiliki esensi keadilan."
Share: