Jumat, 27 Oktober 2017

Hamba Religius yang Materialistis

Yang utama itu bukan setelah kematian ada kehidupan atau tidak melainkan saat hidup, kita menghidupkan atau mematikan. Karena dasar ontologi dari konsep kehidupan setelah kematian adalah reward dan punishment. Surga atau neraka, dalam bahasa agamanya.

Semakin banyak yang "dihidupkan" saat hidup semakin memperbesar kemungkinan mendapat reward/surga di kehidupan setelah mati. Tapi berketuhanan hanya karena mengejar surga, menurut saya, bukanlah prinsip utama kebertuhanan itu sendiri.

Agak sombong mungkin, tapi bagi saya, hanya hamba amatiran yang bertuhan dan beragama dengan tujuan cuma untuk hitung-hitungan pahala dengan Tuhannya. Lucu rasanya bila seseorang sembahyang, berzakat, naik haji, berbuat baik hanya karena berharap untuk mendapat kaveling--berikut bidadari-bidadarinya--di surga, dan bukan untuk Tuhan itu sendiri. Menurut saya ini kesunyataannya bukan fenomena ilahiah tetapi materialisme.

Itulah sekerdil-kerdilnya hamba. Tampaknya seperti religius dan spiritualis, tapi motivasi dasarnya sangat materialistis.
Share: