Sabtu, 28 Oktober 2017

Risiko One Man One Vote di Negara Yang Mayoritas Masyarakatnya Tolol

Di negara yang orang tololnya jauh lebih banyak dibanding orang pandainya, pemilu sistem one man one vote itu malapetaka.

Bayangkan saja, bagaimana mungkin orang yang berpikir dan berkata baik saja tidak bisa, disuruh memilih pemimpin yang baik? Dengan kata lain, sungguh sangat berisiko tinggi dan berbahaya bila masyarakat yang nalarnya tidak kompeten dan moralnya sangat rendah mesti disuruh untuk memilih pemimpin atau wakilnya ke pemerintahan.

Maka fakta dari dominasi ketololan di dalam demokrasi itu takkan menghasilkan perbaikan apa-apa selain semakin menyempurnanya suatu kehancuran.
Share: