Minggu, 14 Januari 2018

Calon Penguasa yang Mengampanyekan Diri lewat Hiburan dari Biduan Tak Layak Dipilih

Kalau kita telisik fakta di lapangan mengenai pemilu, umumnya ketimbang mewartakan visi-misinya saat kampanye, calon kepala negara, calon kepala daerah, dan calon anggota legislatif, lebih memilih menghadirkan biduan untuk menghibur pendukungnya sendiri. Itu artinya pemilu bukan media untuk menjaring pemimpin yang kompeten tetapi alat untuk menghasilkan penguasa yang impoten. Calon-calon penguasa seperti itu sudah tentu tak layak dipilih.
Share: