Sabtu, 10 Februari 2018

Menyukai Seseorang tak Mesti Mengetahui Segala Hal Tentangnya

Menyukai seseorang tak mesti mengetahui segala hal tentangnya. Cukup temukan beberapa sisi uniknya dan dekati ia dengan penuh penghayatan—kecuali kepentinganmu adalah ingin menulis autobiografi orang yang kausukai itu. Ya wajar kalau harus tahu segala halnya. Misalnya, saya tak terlalu tahu banyak tentang WS Rendra. Saya hanya tahu beberapa hal tentangnya. Namu saya sangat mengaguminya dan betul-betul menghayati sari-sari pemikiran dan keberseniannya.

Kenapa saya tak harus tahu semua tentangnya? Menurut saya, kalau saya harus mengetahui segala hal tentang WS Rendra, khawatirnya saya malah akan kecewa. Karena tentunya setiap orang tak ada yang sempurna, pasti ada "cacat"-nya. Kiprah seseorang sebagai pengkarya dan pribadi itu tak mesti sama-sama cemerlang atau sama-sama buruk. Bisa bertolak belakang, malahan. Sebab kenyataannya, banyak orang yang karyanya baik dan diterima masyarakat luas, tapi sebagai pribadi, hidupnya berantakan.

Intinya, tak ada manusia yang bebas aib. Jadi kiranya tak perlulah mengaitkan karya seseorang dengan pribadinya atau sebaliknya. Kalau suka ya suka. Kalau tak suka ya tak suka saja. Selama bukan paksaan, tak masalah.
Share: