Jumat, 09 Februari 2018

Orang yang Salah Lebih Mungkin Benar

"Kesalahan adalah jalan sunyi menuju kesalehan." (Adimas Immanuel, Sajak "Perjanjian")

Orang-orang yang berbuat salah seringkali membuat kita menjadi merasa paling benar. Padahal sesungguhnya orang-orang yang berbuat salah itulah yang lebih dekat dengan kebenaran. Karena mereka berbuat salah, dan mereka tahu mereka salah, maka mereka menjadi lebih tahu bahwa mana yang salah dan mana yang benar.

Memang pada dasarnya untuk mengetahui kebenaran, kita tak mesti harus salah dulu. Sebab kita bisa belajar dari pengalaman (orang lain) dan bacaan. Tapi penghayatan atas kebenaran yang berasal dari kesalahan empiris jauh lebih kuat dibanding belajar kebenaran dari "menara gading".

Intinya, kalau ada orang yang berbuat salah, tak perlu ditertawakan, apalagi merasa diri lebih benar. Perubahan itu hukum yang bersifat pasti dan tetap di dalam kehidupan. Setiap makhluk pasti berubah. Kesalahan kita hari ini mungkin tak bisa dibenarkan, tapi bisa diperbaiki. Yang penting kita mau belajar, terutama belajar dari kesalahan. Dan selama seseorang mau belajar dari kesalahan, tak menutup kemungkinan besok-besok dia bisa jauh lebih benar dibanding orang lain. "Lebih benar dibanding orang lain" yang dimaksud di sini bukan soal benar yang petantang-petenteng dan buat gagah-gagahan menyalahkan orang lain, tapi benar dalam sikap diri dan perbuatan.
Share: