Senin, 16 April 2018

Diperas Dulu Baru Menyuap


Biasanya sebelum menyuap, seseorang terlebih dahulu merasa diperas. Baik secara verbal maupun mental. Tapi umumnya itu tidak tersurat, tapi tersirat. Namun anehnya di dalam hukum negara kita aparat dan masyarakatnya lebih fokus menyoroti perbuatan menyuap, ketimbang perbuatan memeras. Kita bisa menjumpai itu langsung dalam praksis birokrasi kita. Apa-apa yang diperlambat dan diperumit itu secara implisit mendesak kita agar menempuh jalur alternatif: menyuap, menyogok, dan sebagainya.

Sederhana, sih. Kita takkan masuk rumah orang lewat pintu belakang bila pintu depannya tidak bermasalah. Kita takkan menyuap bila tak diperas terlebih dahulu.

Jadi, sampai di sini ada pertanyaan? Oke baik!

Share: