Minggu, 01 April 2018

Kebosanan karena Selalu Dibenarkan

Di dalam roman Zadig karya Voltaire, ada satu cerita tentang seorang pembesar yang hanya mau dipuji; Zadig (tokoh utama dalam cerita itu) menyarankan agar kemauannya itu diiyakan saja oleh semua orang. Jadi apa pun yang dilakukan oleh si pembesar, selalu dipuji. Apa pun yang dibicarakan, bahkan ketika ia belum selesai bicara, langsung saja diyakan dan dibenarkan oleh semua orang di sekitarnya.

Tapi dari respons yang demikian, lama kelamaan si pembesar tadi malah merasa tak nyaman dan akhirnya sadar akan keburukan (sifat haus pujian) itu. Sejak itulah ia bertobat dan mulai belajar untuk rendah hati.
Share: